Rabu, 30 Mei 2012

The Princess Man Eps 1

Pemberontakan Gyeyu, 1453

Peristiwa sejarah dimana Wakil Perdana Menteri Kim Jong Seo dan Pangeran Agung An Pyeong dituduh sebagai pengkhianat dan dieksekusi karena menentang Pangeran Agung Suyang

Kepala Hanseong Shin Myun menghadap Pangeran Agung Suyang. Ia memberitahu kalo Kim Seung Yoo sudah dibebaskan. Pangeran Suyang lalu berkata kalo ia percaya Seung Yoo tidak menyadari kalo Shin Myun melakukan itu dengan sengaja. Shin Myun bilang kalo ia yakin Seung Yoo tidak menyadarinya. Pangeran Suyang pun yakin jika Seung Yoo akan membawa mereka bertemu dengan Kim Jong Seo. Wajah Shin Myun berubah seketika, tampak seperti menyesal.

Seung Yoo lari dengan kudanya. Dibelakang, beberapa antek2 Pangeran Suyang mengikutinya. Seung Yoo sampai di tempat persembunyian sang ayah. Ia turun dari kuda dan bergegas masuk mencari ayahnya. Ayahnya terluka parah, tapi meminta diantarkan ke Kementrian Militer (Byeongjo = bertanggung jawab untuk pengerahan pasukan, logistic, senjata dan pertahanan Joseon). Anak buah Shin Myun tiba dan langsung menyerang pelayan dan org2 di kediaman Kim Jong Seo. Seung Yoo maju, menghadapi mereka tapi mereka yang jumlahnya banyak, dengan mudah melumpuhkan Seung Yoo. Seung Yoo jatuh ke tanah.

“Seung Yoo!” teriak Kim Jong Seo, berusaha mendekati anaknya. Tapi para penyerang menghadangnya.

“Suyang, aku tidak akan memaafkanmu dan akan mengejarmu sampe ke neraka!” teriak Kim Jong Seo. Para penyerang menghunuskan pedangnya ke Kim Jong Seo. Kim Jong Seo jatuh seketika. Dengan segenap kekuatannya, Kim Jong Seo berusaha meraih tangan anaknya, namun tiba2 ia menutup mata. Kim Jong Seo tewas!!

“Ayah!” teriak Seung Yoo. Ia teringat ayahnya, Pangeran Suyang, masa2 bahagia bersama Se Ryung, Shin Myun, dan Putri Kyung Hee.

Setahun yang lalu…

Se Ryung mengendap2 masuk ke arena pacuan kuda. Ia membelai kudanya.

“Biarkan aku menaikimu. Sekali saja, hanya sekali saja.” Ucap Se Ryung. Ia lalu menaiki kudanya, tapi tiba2 ia terjatuh. Pelayan Se Ryung langsung mendekati Se Ryung. Se Ryung bilang kalo ia hampir saja berhasil menaiki kuda itu. Pelayan cemas kalau Yang Mulia tahu Se Ryung lagi2 mencoba menaiki kuda. Se Ryung dan pelayannya kembali disaat semua pelayan memberi hormat pada Lady Yoon.

“Kenapa terlambat? Apa kau mencoba naik kuda lagi?” tegur Lady Yoon.

“Tidak. Nona tidak…”
“Ceritakan semuanya padaku!” Lady Yoon memotong ucapan Pelayan Se Ryung.

“Ibu, sebenarnya…” Se Ryung mencoba menjelaskan kejadiannya pada sang ibu.

“Itu tidak mungkin. Bagaimana bisa dia menaiki kuda kalau jalan saja tidak bisa.” Ucap Pangeran Suyang tiba2. Se Ryung tersenyum. Pangeran Suyang lalu mendekati ketiga anaknya. Ia berkata kalo udah waktunya untuk ketiga anaknya masuk ke Istana, jadi mereka harus menjaga sikap.

***
Kediaman Kim Jong Seo

Utusan Pangeran Suyang datang memberikan surat pada Kim Jong Seo. Pangeran Suyang ingin menjodohkan Se Ryung dengan Seung Yoo!! Kim Jong Seo mencari Seung Yoo. Seung Yoo yang dicari2 malah tidur di Gibang. Seorang Gisaeng membangunkannya. Gisaeng itu bilang udah waktunya Seung Yoo ke Istana. Seung Yoo pun bergegas ke Istana tanpa ia sadar kalau Gisaeng itu meninggalkan bekas lipstick di lehernya.

Se Ryung dan Se Jeong jalan ke Istana.

“Perjodohan?” tanya Se Ryung.

“Aku mendengar ayah dan ibu membicarakan itu. Mereka mengirim utusan ke kediaman Penasehat Kim Jong Seo.” Jawab Se Jeong.

“Dan aku akan dijodohkan?” tanya Se Ryung.

“Kau tidak ingin menikah kan? Katakan pada ayah dan ibu, biar aku saja yang menikah. Dia putra bungsu Wakil Perdana Menteri. Kim Seung Yoo, bukankah namanya sangat agung?”

Se Ryung tersenyum. “Ayo kita ke Ja Mae Dang. Kita harus memberi salam pada Putri.”

Se Jeong menolak. Ia membenci Putri Kyung Hee, karena sang Putri selalu saja mengagung2kan kecantikannya.

***
Kediaman Putri Kyung Hee

Putri Kyung Hee sedang belajar. Guru menjelaskan tentang ajaran Confucius, Jaesang Bulgyo, Goyi Bulwi.

Guru : Menjadi tinggi tapi tetap rendah hati, menjadi bermartabat tapi tetap adil, menjadi agung tapi tetap sederhana, menjadi agung dan tetap adil untuk mendapatkan rasa hormat. Goyi Bulwi, Soyi Jansugwi.

Putri Kyung Hee bosan. Ia lantas mengaku tak menemukan kalimat yang barusan diucapkan gurunya. Guru bingung. Ia mengaku udah ratusan kali mempelajari buku itu. Putri Kyung Hee murka. Ia menyuruh guru memeriksa sendiri. Guru terpaksa membuka tirai, untuk memeriksanya. Putri Kyung Hee memegang tangan guru. Pelayan masuk dan bertanya apa yang terjadi. Guru pun langsung kabur.
Pusat Pengajaran Kerajaan gempar! Gimana gak coba?? Sang putri menggunakan kecantkannya untuk menggoda gurunya. Im Chang Gyo, Lee Eungsu, Gil Byeongwon adalah sederet guru yang mengundurkan diri karena sang putri. Guru Yeom membereskan barang2nya. Kepala Profesor menyuruh Guru Yeom melanjutkan tugasnya, mengajar Putri Kyung Hee. Guru Yeom menolak. Ia merasa udah mempermalukan dirinya sendiri. Beberapa guru lalu membujuk Kepala Profesor mencari guru pengganti. Kepala Profesor kesal. Ia seperti mencari seseorang. Tiba2, Kim Seong Yoo datang. Kepala Profesor mengajak Seung Yoo keluar dan bertanya darimana saja Seung Yoo. Seung Yoo mengaku keasyikan belajar Dok Seo Sam Do (belajar dgn menggunakan 3 hal, mata, mulut pikiran) di perpus. Profesor marah. Rupanya ia udah melihat bekas lipstick itu.

Profesor : Terlalu banyak belajar? Apa kau yakin tidak menghabiskan malam dalam pelukan Gisaeng! Lihat wajahmu!

Seung Yoo meraba pipinya dan menemukan bekas lipstick itu. Tapi ia malah balik bertanya apa itu, membuat profesor semakin kesal. Profesor pun menyuruh Seung Yoo ke kediaman Putri Kyung Hee. Seung Yoo heran karena Guru Yeom yang bertugas mengajari sang putri.  Profesor bilang Guru Yeom mengundurkan diri.

Putri Kyung Hee menyiram bunga sambil marah2. Pelayan bilang kalo Putri Kyung Hee berlebihan. Putri Kyung Hee memelototi pelayannya. Se Ryung menghadap sang putri. Sang Putri lalu mengajak Se Ryung melihat koleksinya. Ada perhiasan, binyeo (tusuk konde), sepatu sutera, hanbok, alat make up. Putri Kyung Hee heran anak bangsawan seperti Se Ryung ingin menunggangi kuda. Se Ryung balik bertanya alasan Putri mengoleksi sepatu sutera padahal tak pernah dipakai. Putri Kyung Hee bilang karena menginginkannya. Se Ryung juga bilang hal yang sama. Pelayan lalu mengingatkan kalau Putri harus belajar. Putri Kyung Hee menolak. Se Ryung tanya bagaimana jika Raja mengetahuinya.  Keduanya lalu tertawa geli. Se Ryung memikirkan pertunangannya dgn Seung Yoo.
Se Ryung : Jika saya dikurung di rumah setelah menikah, mungkin saya mengerti penderitaan Yang Mulia.

Putri Kyung Hee : Maksudmu?

Se Ryung : Bukankah terkurung di Istana sangat menyesakkan.

Ternyata Putri Kyung Hee gak merasakan hal itu. Gak ada yang gak ia temukan di Istana. Ia menunjukkan taman bunganya pada Se Ryung. Pelayan datang, memberitahu kalau guru pengganti udah datang. Dan guru itu adalah Kim Seung Yoo. Se Ryung kaget mendengarnya.

Seung Yoo menuju kediaman Putri. Ia ingat pesan Profesor kalo gak boleh membuka tirai. Ia tertawa geli. Ia berjalan sambil berkipas2, tanpa sadar bekas lipstick itu masih menempel di wajahnya. Ia pun sampai di kediaman Putri. Seung Yoo memberikan penghormatan. Ia menyuruh Putri Kyung Hee membuka buku tentang Bakti. Tanpa ia tahu yang dibalik tirai adalah Se Ryung, bukan Putri Kyung Hee. Sementara itu, Putri Kyung Hee menyamar sebagai Se Ryung. Ia berada di dalam tandu dan siap meninggalkan Istana. Ia teringat saat Se Ryung membujuknya bertukar tempat. Se Ryung melakukan itu demi melihat rupa calon suaminya.  Sementara itu, Se Ryung berusaha melihat rupa Seung Yoo dari balik tirai, tapi gak bisa.

Seung Yoo : Apa itu 3 kepatuhan? Mereka berkata kalau wanita harus mematuhi ayahnya saat muda, pasangannya setelah hidup dalam pernikahan dan anak lelaki mereka sampai kematian memisahkan mereka. Jadi, mereka menunjukkan bagaimana wanita hidup dalam bayang2 pria saja.
Se Ryung : Bayangan?

Se Ryung lalu memeriksa memar di kakinya. Seung Yoo mengira Putri berusaha menggodanya. Seung Yoo marah. Ia menantang Putri membuka tirai.

Seung Yoo : Biarlah kita mengagumi kecantikan yang udah bikin Akademi gempar, tapi tak akan ada skandal yang membuat saya terbuai. Jika seorang Putri menggunakan kecantikannya seperti hiasan murahan, bukankah sama aja dengan Gisaeng. Saya tidak bisa lagi membiarkan ini. Tolong angkat tirainya.

Seung Yoo lalu mengangkat tirainya. Se Ryung kaget. Ia menunjukkan memar di kakinya, Seung Yoo terdiam.

Se Ryung : Tidak melukai tubuh yang udah diberikan ortu kita adalah dasar dari Bhakti. Jadi aku minta maaf membuatmu melihat pemandangan ini. Tapi guru, aku ingin tahu apa yang kau pikirkan. Melihatku mengangkat baju dalamku, lalu kau mengintipnya? Atau mungkin kecupan lembut di wajahmu? Tapi ini adalah Istana yang agung kau masuki. Melihat kebiasaan yang biasa dilakukan di Gibang benar2 hina.

Seung Yoo kalah!! Ia jalan keluar dan tersenyum mengingat kata2 Putri. Raja Munjong mendengar Pangeran Suyang mengirim surat ke kediaman Penasehat Kim. Ia ingin tahu apa isinya, namun sayang anak buahnya tak mengetahuinya. Raja lagi sakit. Ia diperiksa tabib. Kasim memberitahu Raja kalo Pangeran Suyang ingin bertemu. Raja menyuruh tabib bersembunyi. Raja tak ingin Pangeran Suyang tahu penyakitnya. Pangeran Suyang menghadap sang kakak. Ia lalu membicarakan putri2 mereka yang sangat hebat. Raja berkata Putri Kyung Hee tumbuh besar tanpa seorang ibu. Ibu Putri Kyung Hee meninggal saat Kyung Hee berusia 5 tahun. Ia lantas meminta bantuan Pangeran Suyang membantu Putri Kyung Hee. Pangeran Suyang berkata ia harus terlebih dahulu memahami putrinya sendiri. Raja berkata udah menganggap Se Ryung seperti putrinya, jadi ia berharap Pangeran Suyang juga membantu Putri Kyung Hee. Raja Munjung bertanya bisakah Pangeran Suyang membantu Putra Mahkota. Setelah Pangeran Suyang pergi, penyakit Raja kambuh. Kasim Kepala memanggil tabib. Tabib itu ternyata anak buah Pangeran Suyang. Tabib itu lantas melapor kesehatan Raja pada Pangeran Suyang juga keingintahuan Raja soal isi surat itu.

Raja ke Balai Istana. Agenda rapat adalah mempercepat pernikahan sang putri.  Pangeran Anpyeong (Adik bungsu Raja Munjung) berkata pernikahan Putri Kyung Hee bukan saja penting untuk Negara tapi langkah penting yang harus diambil Putri sebagai keturunan Raja. Setelah memilih menantu untuk Putri, mereka juga harus memilih menantu untuk Putra Mahkota Yi Hong. Menteri Onnyeong mengusulkan agar menantu kerajaan dipilih oleh Komite Keluarga Kerjaaan yang dipimpin Pangeran Suyang. Pihak lain gak setuju. Jika harus memilih menantu maka itu urusan Kementrian Ritual (Yejo). Pihak Pangeran Suyang gak setuju. Mereka berkata sejak Mendiang Raja Sejong Komite Kerajaan dipercaya mengurusi masalah keluarga kerajaan. Pangeran Suyang bertanya apakah perjodohan bukan masalah keluarga. Penasehat Kim bilang itu masalah Negara. Pangeran Suyang mengalah! Pihak Pangeran Suyang heran Pangeran Suyang mengalah begitu mudah. Pangeran Suyang mendekati Penasehat Kim n berkata menunggu jawaban pesan itu. Raja Munjong mengamati mereka dengan cemas. Kasim lapor kalo putra bungsu Penasehat Kim adalah guru Putri Kyung Hee.
Jung Jong lari ketakutan karena dikejar preman. Putri Kyung Hee senang berada diluar Istana. Tandu sang putri berhenti dan putri ingin melihat tempat lain. Pelayan memanggil tukang tandu. Tiba2, Jungjong menerobos masuk ke tandu. Putri Kyung Hee kaget. Putri menampar Jung Jong! Preman berhasil menangkap Jung Jong yang masih terpesona dgn Putri. Putri Kyung Hee ketakutan dan ingin kembali ke Istana.

Se Ryung masih kesal dgn Seung Yoo. Pelayan memberitahu Se Ryung kalau Putra Mahkota menuju kediaman Putri. Se Ryung panik. Putra Mahkota tiba di kediaman sang kakak. Se Ryung makin panik. Untunglah Putri Kyung Hee tiba tepat waktu. Putra Mahkota cemas dengan perjodohan kakaknya. Ia gak mau ditinggal kakaknya. Putri Kyung Hee menenangkan adiknya. Putra Mahkota pergi. Se Ryung bertanya perjalanan Putri diluar Istana. Putri bilang ia sangat tersiksa di luar Istana. Putri lalu bertanya soal calon suami Se Ryung. Se Ryung menjelaskan semuanya. Ia berkata kalo pria macam Seung Yoo adalah tipe pria yang suka pergi ke Gibang dan mendapatkan tanda lipstick di wajahnya. Putri Kyung Hee heran bagaimana bisa Seung Yoo menjadi seorang guru. Putri Kyung Hee lalu bertanya darimana Se Ryung tahu bekas lipstick itu, apa kau membuka tirainya? Pelayan membela Se Ryung dengan bilang Seung Yoo yang mengangkat tirainya. Putri Kyung Hee merasa itu lebih baik, Seung Yoo menganggap Se Ryung dirinya, jadi ia tak perlu lagi mengikuti pelajaran.
Se Ryung : Yang Mulia!

Shin Myun lagi berlatih dengan anak buahnya. Ia berhasil mengalahkan anak buahnya dan merampas 2 pedang anak buahnya. Seung Yoo menonton latihan itu dan tersenyum.

Seung Yoo : Apa anak buahmu tahu kalo atasan mereka menghabiskan malam dengan minum2?

Shin Myun : Lihat siapa yang bicara? Satu2nya hal yang bisa kau ajarkan pada orang adalah seni minum kan? Jadi jika kau mau berhenti minum, jauhin Jung Jong.

Mereka kemudian bertaruh kalo Jung Jong ada di Gibang. Mereka lantas pergi ke kota. Mereka melihat Jung Jong dibawa oleh lintah darat. Shin Myun membentak lintah darat itu. Lintah darat menjelaskan kalo Jung Jong menolak membayar hutangnya sehingga mereka akan membawa Jung Jong ke tempat mereka. Jung Jong menyangkal semua itu dengan bilang tak pernah menolak membayar hutang. Shin Myun meminta mereka melepaskan Jung Jong. Ia bilang akan menyelesaikan semuanya. Mereka penasaran bagaimana cara Shin Myun menyelesaikan semuanya. Shin Myun lalu menunjukkan badgenya. Lintah darat itu mencibir.

"Petugas kehakiman dari ibu kota. Kau beruntung memiliki teman yang berpengaruh." kata lintah darat itu.

Putra Mahkota berlatih memanah disaksikan Raja Munjung dan Penasehat Kim. Tapi ia tak berhasil mengenai sasaran.

Raja : Menghadapi kelemahan seseorang memerlukan keberanian besar. Jangan biarkan itu mempengaruhi tujuan. Apa kau tidak juga semakin menguasainya. Suyang dilahirkan untuk mewarisi tahta.

Penasehat Kim terkejut.

Raja merasa umurnya tak lama lagi. Ia takut Putra Mahkota gak akan bisa menghadapi Pangeran Suyang yang ambisius.

Penasehat Kim : Yang Mulia....

Raja : Aku bisa mati dengan tenang setelah memastikan keamanan Putra Mahkota.

Penasehat Kim sedih. Raja merasa Penasehat Kim bisa melindungi Putra Mahkota. Ia lalu bertanya rencana Penasehat Kim dan Pangeran Suyang. Sementara itu, Pangeran Suyang juga tengah bertemu dengan sekutunya. Mereka yakin Raja akan bertindak jika mengetahui rencananya. Penasehat Kim ternyata belum memberikan jawaban atas pertunangan Seung Yoo dan Se Ryung. Apalagi Penasehat Kim dan Raja sangat dekat dan artinya Penasehat Kim gak akan memihak padanya. Itulah alasannya Pangeran Suyang ingin mengikat Penasehat Kim.

Seung Yoo, Shin Myun dan Jung Jong minum bersama. Seung Yoo dan Shin Myun mencemaskan Jung Jong yang gak bisa bayar hutang. Seung Yoo dan Shin Myun menawarkan bantuan. Mereka menanyakan jumlah hutang Jung Jong. Jung Jong sendiri bukannya memikirkan hutangnya, malah memikirkan Putri Kyung Hee.

Jung Jong : Aku melihat seorang gadis dengan kecantikan yang tidak tertandingi hari ini. Mungkin hanya bisa ditandingi oleh kecantikan bunga delapan propinsi, Putri Kyung Hee.

Seung Yoo : Bunga tercantik? Bagiku dia biasa saja.

Jung Jong dan Shin Myun kaget. Seung Yoo pun cerita kalau ia adalah guru Putri Kyung Hee. Kedua temannya itu bertanya apakah Putri Kyung Hee sangat cantik. Seung Yoo bilang putri atau bukan, dia hanyalah seorang wanita. Ketiganya pulang dalam kondisi mabuk. Shin Myun menggendong Jung Jong. Seung Yoo tiba di rumah. Ia mengaku hanya minum sedikit. Penasehat Kim menyuruh Seung Yoo tidur. Saat itu, Penasehat Kim sedang menerima tamu, Pangeran Suyang.

Suyang : Seung Yoo sepertinya pemuda yang cukup berani. Sayangnya, aku tak bisa mengatakan hal yg baik tentang putriku.

Penasehat Kim lalu bertanya alasan pertunangan putra-putri mereka. Pangeran Suyang bilang hanya mereka yang bisa mencegah terjadinya tragedi.

Penasehat Kim : Tragedi?

Suyang : Jika aku berkata setelah Yang Mulia mangkat...

Penasehat Kim : Jaga bicaramu!

Pangeran Suyang lalu bersumpah akan melindungi tahta dan Putra Mahkota.

Penasehat Kim : Bahkan sampah yang berkeliaran di jalan gak akan percaya itu. Kau adalah orang yang menyarankan kalo satu2nya cara melindungi keturunan adalah dengan membantai calon yang tepat untuk menduduki tahta, Suyang.

Pangeran Suyang lalu membujuk Penasehat Kim bergabung dengannya agar putra-putri mereka tak menanggung hal itu.

Putri Kyung Hee mulai menikmati pertukarannya. Ia membantu Se Ryung memasang hanbok. Ia menyuruh Se Ryung mengakui semuanya pada Seung Yoo jika Se Ryung tak tahan dengan pertukaran ini. Waktunya belajar! Seung Yoo mengatakan beberapa aturan sebelum pelajaran dimulai. Ia bilang akan ingat kata2 putri tapi putri juga harus serius belajar. Ia juga gak mau ada gangguan apapun selama proses belajar dan putri harus mengartikan setiap kalimat. Se Ryung setuju. Mereka melanjutkan pelajaran. Tiba2 Raja Munjong datang ke akademi kerajaan. Kepala profesor kaget. Sementara itu, Se Ryung mulai belajar.

Seung Yoo : Bibeop buleon, Bido bulhaeng.

Se Ryung : Bicara dengan kata yang tepat dan tidak mengambil jalan yang salah.

Seung Yoo : Gumu Taekeon, Shinmu Taekhaeng.

Se Ryung : Bicara dengan kata2 yg sopan, berlalu seperti yang dicontohkan.

Seung Yoo : Jaeosabu  Isamo Ilhaedong.

Se Ryung : Jika kau mencintai ibumu seperti halnya ayahmu, mereka akan sama2 dicintai.

Seung Yoo kagum pada Se Ryung. Lalu, Raja Munjong datang bersama profesor. Se Ryung panik. Raja mengaku ingin melihat putrinya belajar. Seung Yoo kembali memulai pelajaran. Tapi Se Ryung diam saja. Raja bilang putrinya masih butuh bimbingan. Saat akan pergi, profesor menyuruh Raja menemui putri dulu. Se Ryung makin panik. Tapi ia selamat. Seung Yoo kesal pada Se Ryung. Ia fikir Se Ryung sengaja mempermalukannya.

Se Ryung melaporkan kalo Raja berkunjung ke kediaman Putri Kyung Hee pada sang putri. Ia bilang Raja gak tahu pertukaran mereka, tapi ia cemas kalau Raja sampe mengetahuinya. Putri Kyung Hee menenangkan sepupunya. Ia bilang kalo Raja tak akan datang lagi. Anak buah Pangeran Suyang menghadap Pangeran Suyang dan berkata kalau Raja ingin bertemu Pangeran Suyang.

Se Ryung kembali mencoba menaiki kuda dan ia berhasil! Raja mengadakan pertemuan. Ia bilang udah mendapatkan calon menantu kerajaan, yaitu Kim Seung Yoo. Pangeran Suyang dan Penasehat Kim kaget. Keduanya sama2 tak mengetahui hal ini. Sementara itu, Se Ryung asyik menunggangi kudanya. Dari kejauhan, Seung Yoo melihatnya. Tiba2, kuda ngamuk dan membawa kabur Se Ryung. Se Ryung berteriak ketakutan. Seung Yoo langsung mengejar Se Ryung dengan kudanya. Kuda mereka semakin mendekati tebing. Tak ada pilihan. Seung Yoo melompat dari kuda dan memeluk Se Ryung erat2.

BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar